Sunday, October 18, 2015

Riya Menghapus Pahala Ibadah

Riya Menghapus Pahala Ibadah


Diantara Syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari yang namanya riya serta sesuai dengan sunnahRasulullah. orang yang beribadah dengan maksud agar dilihat dan dipuji oleh orang lain maka sesungguhnya iatelah terjerumus kedalam perbuatan riya, dan amalnya tidak akan mendapatkan pahala.

hadits dari Imam Bukhari yang artinya "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan".

Kemudian firman Allah SWT :

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًۭا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." An-Nisa :142

Demikian juga jika seseorang mengerjakan suatu amala dengan tujuan agar di lihat, didengar kemudian disanjung oleh orang lain maka hal semacam itu termasuk perbuatan syirik kecil. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memberi peringatan kepada mereka dengan hadits :

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

"Barangsiapa yang beramal karena sum'ah, Allah akan menjadikannya dikenal sum'ah, sebaliknya barangsiapa yang beramal karena riya', Allah akan menjadikannya dikenal riya." HR Bukhari

Penyakit riya ini memang cukup sulit untuk diatasi bukan hanya orang awam atau orang-orang yang tidak tahu perkara agama saja yang bisa terkena penyakit ini bahkan orang yang sudah ahli ibadah pun bisa menjadi riya. Bisikan syaitan terus saja menggoda manusia agar terjerumus kedalam perbuatan dosa.

Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut berusaha melawan dan menyingkirkannya maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’ tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.

Bahkan Allah SWT dengan tegasnya berfiraman dalam Al-Qur'an :

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًۭا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ
"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah." Al-Anfaal :47

Maka dari itu hendaklah kita selalu berusaha untuk mebuang jauh-jauh sifat riya' ini. karena bahayanya yang sangat besar.

Tuesday, October 6, 2015

Cara berhenti dari melakukan dosa yang berkelanjutan


Cara berhenti dari melakukan dosa yang berkelanjutan


Melakukan dosa yang berkenlanjutan atau israr adalah suatu hal yang menjadi halangan bagi tobat. Memang sangat sulit untuk menghilangkan dosa ini. kerana kalau sudah melakukan sesekali maka akan ketagihan untuk melakukan dosa itu. Namun ulama telah memberikan cara untuk menghentikan perbuatan tersebut. caranya :

1. Takutlah akan siksa Allah dan Berpikir bahwa kalau perbuatan tersebut memberikan kerusakan atau mudarat terhadap tubuh kita.  Karena apa yang dilarang oleh allah pasti memiliki keburukan. misal jika kita terkena penyakit kemudian seorang dokter melarang kita untuk memakan atau meminum yang mengandung gula maka kita akan percaya pada dokter tersebut dan tidak akan melakukannya.  jika pada dokter saja percaya padahal dokter tersebut bisa saja salah, lalu bagaimana dengan Allah SWT yang tidak pernah berbohong dan ingkar janji. maka ingatlah akan janji Allah tersebut bahwasanya kalau melakukan dosa akan dihukum dengan dimasukkan neraka.

2. Berpikir kalau Kematian sangat dekat. Biasanya orang yang melakukan dosa yang berkelanjutan berpikir bahwa dapat melakukan tobat pada suatu waktu yang akan datang dan sulit untuk meninggalkannya. misal dia berkata "aku akan bertobat tahun depan atau bulan depan atau besok". namun siapa yang akan dapat memastikan kalau dia dapat masih hidup pada besok hari. maka dari itu kita harus selalu ingat bahwa hanya Allah yang menentukan umur kita. oleh karena itu kita harus bersiap-siap untuk menghadapi takdir kita. dengan memperbanyak amal ibadah. Kalau kita berpikir kita akan meninggal bahwa kamatian bisa terjadi kapan saja maka kita akan takut untuk melakukan dosa sehingga dapat menghentikan daripada melakukan dosa yang berkelanjutan tersebut.

3. Alasan lainya mengapa melakukan dosa yang berkelanjutan adalah mengetahui bahwa ampunan Allah itu sangat luas. Memang benar bahwa ampunan allah itu sangat luas namun ampunan itu hanya diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang tertentu. Jadi jangan berpikir kalau nanti bisa bertobat dan langsung diampuni olleh Allah.

4. Jangan ragu-ragu akan akhirat.
Ragu-ragu akan akhirat akan membuat tidak takut untuk melakukan dosa tersebut. jadi harus benar-benar percaya pada akhirat serta pada surga dan siksa neraka.


Wednesday, September 30, 2015

Syukur : Menambah Nikmat Allah


Syukur: Menambah Nikmat Allah

Syukur: Menambah Nikmat Allah


Salah satu hikmah dari kitab Al hikam karangan Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Dari hikmah yang artinya barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang diberikan allah maka sungguh dia mengusahakan untuk hilangnya nikmat itu dan barang siapa yang mensyukuri nikmat-nikmat itu maka sungguh dia mengikat nikmat itu dengan talinya.

Maksudnya syukur itu merupakan pengikat nikmat yang telah ada. bukan hanya mengikat nikmat yang sudah ada namun juga memancing nikmat yang belum ada. Jika kita mensyukuri nikmat Allah maka kita telah mengikat nikmat dan mengudang datangnya nikmat yang lainnya.

Nikmat yang wajib disyukuri itu ada kalanya nikmat duniawi seperti sehat lahir dan batin. Harta halal juga termasuk kedalam nikmat duniawi. Sedangkan harta yang haram hukumnya, Maka haram pula mensyukurinya. Kemudian yang sifatnya agama, seperti ilmu, amal, takwa, makrifat dan yang paling besar adalah nikmat iman dan islam itu juga wajib disyukuri. Serta nikmat yang bersifat akhirat sepertinya pahala yang besar diberikan oleh Allah dari amalan yang sedikit seperti shalat dua rakaat diganjar dengan diberikan pahala kebaikan yang lebih besar dari kebaikan dunia.

firman Allah SWT :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".QS. Ibrahim : 7

Apa yang dimaksud dengan mengingkari atau kufur nikmat. Masuk dalam kafir nikmat menggunakan nikmat itu untuk maksiat. Atau kita menggunakan nikmat itu kepada sesuatu yang membawa maksiat memang tidak maksiat tapi membawa kepada maksiat seperti seperti kita mendapatkan harta yang halal kemudian dibelanjakan pada Arak atau minuman keras. atau dengan uang tersebut kita belikan sesuatu yang menimbulkan rasa sombong maka itupun termasuk kufur nikmat.

 Termasuk juga mengingkari nikmat adalah tidak menyadari bahwa nikmat itu datang dari Allah. Seperti kita menyangka bahwa harta atau uang yang halal itu datang dari si fulan atau dari usahanya, lupa akan bahwa itu merupakan pemberian dari Allah. Allah SWT mengancam bahwa Azab-Ku sungguhlah pedih.

Barang siapa yang bersyukur maka dia bersyukur untuk dirinya. Jika kita bersyukur maka akan kembali manfaatnya kepada kita. Jangan beranggapan kita bersyukur menguntungkan Allah. Kalaupun kita tidak bersyukur maka Allah-pun tidak rugi. Sehungguhnya Allah itu maha kaya.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌۭ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". [ Luqman : 12]

Syukur itu mencakup tiga hal :

1. Syukur lisan
yaitu dengan mengucap Alhamdulillah kemudian menyebutkan nikmat allah seperti
dapat untung besar ketika berdagang dipasar kemudian kita beritahukan kepada anak kita. Mendo'akan dan memuji atas perantara datangnya nikmat. Serta Menampakkan nikmat Allah. Seperti berpakaian yang bagus dengan niat menampakan nikmat Allah. Namun jangan niat menyombongkan harta.

2. Syukur anggota
dengan beramal taat kepada Allah, artinya menggunakan nikmat untuk beribadah kepada Allah.

3. Syukur hati
syukur hati itu mengakui bahwa nikmat ini berasal dari Allah dan gembira hati dengan Allah.

وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". [An Naml : 19]

Monday, September 21, 2015

Jagalah Pandangan Mata

Jagalah Pandangan Mata


Salah satu nikmat Allah SWT adalah mata, yang mana dengannya kita bisa melihat banyak hal, melihat dunia yang penuh warna, melihat keindahan dan kesempurnaan ciptaan-Nya. oleh karena itu mari kita syukuri nikmat-Nya ini dengan mengucapkan Alhamdulillah karena nikmatnya yang besar ini masih berfungsi dengan baik.

Selain mensyukuri kita juga wajib menjaganya. Bagaimana cara menjaganya..?, yang pertama kita harus menjaga kesehatan mata kita. dan yang kedua kita harus menjaga mata kita dari apa yang telah diharamkan Allah SWT untuk dilihat seperti aurat dan yang lainnya.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". QS. An Nuur: 30

Sebagai orang yang beriman. Maka janganlah kita memandang kepada ha-hal yang diharamkan oleh-Nya. dan hendaklah kita hanya memandang apa yang dibolehkan-Nya untuk dilihat.

Apabila kita terlanjur atau tanpa sengaja melihat yang diharamkan oleh Allah SWT. maka segeralah kita memalingkan pandangan dari yang haram tersebut.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

Ibnu mengatakan, belum pernah kulihat sesuatu yang lebih mirip dengan dosa-dosa kecil daripada apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam; "Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti melakukan hal itu dengan tidak dipungkiri lagi, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah bicara, jiwa mengkhayal dan kemaluan yang akan membenarkan itu atau mendustakannya". HR Bukhari

Diharamkannya memandang pada hal yang haram karena hal ini menyebabkan rusaknya hati dan menggiring kepada perbuatan buruk dengan berangan-angan tentang hal tersebut dan berjalan padanya. Oleh karena itu Allah memerintahkan untuk menjaga kemaluan sebagaimana Ia memerintahkan untuk menjaga pandangan yang merupakan sarana untuk menjaga kemaluan.(mus)

Hukum Menyembunyikan Amal



Hukum menyembunyikan amal


Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan menyembunyikan amalan kebajikan (karena hal ini lebih menjauhkan dari riya) itu hanya khusus bagi amalan-amalan mustahab bukan amalan-amalan yang wajib.

Berkata Ibnu Hajar: ”At-Thobari dan yang lainnya telah menukil ijma’ bahwa sedekah yang wajib secara terang-terangan lebih afdhol daripada secara tersembunyi. Adapun sedekah yang mustahab maka sebaliknya.” (Al-Fath 3/365). Sebagian mereka juga mengecualikan orang-orang yang merupakan teladan bagi masyarakat, maka justru lebih afdhol bagi mereka untuk beramal terang-terangan agar bisa diikuti dengan syarat mereka aman dari riya’, dan hal ini tidaklah mungkin kecuali jika iman dan keyakinan mereka yang kuat.

 Imam Al-Iz bin Abdus Salam telah menjelaskan hukum menyembunyikan amalan kebajikan secara terperinci sebagai berikut. Beliau berkata, “Keta’atan (pada Allah) ada tiga:

Yang pertama, adalah amalan yang disyariatkan secara dengan dinampakan seperti adzan, iqomat, bertakbir, membaca Quran dalam sholat secara jahr, khutbah-kutbah, amar ma’ruf nahi mungkar, mendirikan sholat jumat dan sholat secara berjamaah, merayakan hari-hari ‘ied, jihad, mengunjungi orang-orang yang sakit, mengantar jenazah, maka hal-hal seperti ini tidak mungkin disembunyikan. Jika pelaku amalan-amalan tersebut takut riya, maka hendaknya dia berusaha bersungguh-sungguh untuk menolaknya hingga dia bisa ikhlas kemudian dia bisa melaksanakannya dengan ikhlas, sehingga dengan demikian dia akan mendapatkan pahala amalannya dan juga pahala karena kesungguhannya menolak riya, karena amalan-amalan ini maslahatnya juga untuk orang lain.

Yang kedua, amalan yang jika diamalkan secara tersembunyi lebih afdhol dari pada jika dinampakkan. Contohnya seperti membaca qiro’ah secara perlahan tatkala sholat (yaitu sholat yang tidak disyari’atkan untuk menjahrkan qiro’ah), dan berdzikir dalam sholat secara perlahan. Maka dengan perlahan lebih baik daripada jika dijahrkan.

Yang ketiga, amalan yang terkadang disembunyikan dan terkadang dinampakkan seperti sedekah. Jika dia kawatir tertimpa riya’ atau dia tahu bahwasanya biasanya kalau dia nampakan amalannya dia akan riya’, maka amalan (sedekah) tersebut disembunyikan lebih baik daripada jika dinampakkan. 

Adapun orang yang aman dari riya’ maka ada dua keadaannya:

  • Pertama, dia bukanlah termasuk orang yang diikuti, maka lebih baik dia menyembunyikan sedekahnya, karena bisa jadi dia tertimpa riya’ tatkala menampakkan sedekahnya. 
  • Kedua, dia merupakan orang yang dicontohi, maka dia menampakan sedekahnya lebih baik karena hal itu membantu fakir miskin dan dia akan diikuti. Maka dia telah memberi manfaat kepada fakir miskin dengan sedekahnya dan dia juga menyebabkan orang-orang kaya bersedekah pada fakir miskin karena mencontohi dia, dan dia juga telah memberi manfaat pada orang-orang kaya tersebut karena mengikuti dia beramal soleh.” Qowa’idul Ahkam 1/125 (Sebagaimana dinukil oleh Sulaiman Al-Asyqor dal kitabnya Al-Ikhlash hal 128-129). 


 Tentunya kita lebih mengetahui diri kita, kita termasuk orang yang aman dari riya atau tidak.
sumber haditsweb

Tuesday, September 1, 2015

Keutamaan orang yang berilmu


Keutamaan orang yang berilmu


Firman Allah swt dalam Al qur'an :

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ

"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)". QS. Ali Imran 18.

Dari ayat tersebut pastilah kita tahu bagaimana kedudukan orang yang berilmu. pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memulai dengan menyebut diriNya sendiri kemudian malaikat baru orang yang berilmu. Maka cukup kiranya dengan ini buat kita pertanda kelebihan kejelasan dan ketinggian orang-orang yang berilmu.

Pada ayat lain Allah swt berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍۢ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS Al mujaadilah 11

Ibnu Abbas r.a mengatakan "Untuk ulama beberapa tingkat diatas orang mu'min, dengan 700 tingkat tingginya, antara dua tingkat itu, jaraknya sampai 500 tahun perjalanan".

Kemudian satu lagi Firman Allah swt dalam Al qur'an surah Az Zumar ayat 9.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.


Begitu tingginya derajat orang yang berilmu. sampai-sampai beberapa kali disebutkan dalam Al-qur'an. jadi sudah sepantasnya kalau menuntut ilmu itu diwajibkan bagi tiap muslim. seperti hadist riwayat Ibnu Majah. bukan hanya wajib menuntut ilmu adalah sebuah kebutuhan bagi manusia. 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

Semoga kita bisa terus untuk menutut ilmu agar bisa mencapai surgaNya.
"Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)"

Monday, August 31, 2015

Hukum dalam Tata Cara Berwudhu


Hukum dalam Tata Cara Berwudhu


Wudhu adalah cara bersuci dengan menggunakan air. Bagi seorang muslim maka wajib baginya untuk melakukan wudhu jika ingin mengerjakan shalat. berwudhu bisa juga menggunakan debu disebut tayammum.

menurut empat mazhab selain untuk shalat wudhu juga diwajibkan ketika menyentuh Al-Qur'an. seperti yang disampaikan dalam Al -Qur'an Al Waaqi'ah
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَOفِى كِتَٰبٍۢ مَّكْنُونٍۢOإِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌۭ كَرِيمٌۭ
sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. QS Al Waaqi'ah 77-79

Namun ada juga ulama yang menyatakan bahwa hukumnya sunat. Jika wudhu diwajibkan lalu apabila kita tidak berwudhu bagaimana hukumnya. menurut Hadits dari Bukhari hukum adalah shalatnya tidak diterima
Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudlu." Hadits No 132.

Adapun Hukum-hukum yang berkait dengan wudhu seperti :

1. Membaca Basmallah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad)

2. Menyempurnakan membasuh anggota wudhu
Tidak sempurna dalam membasuh anggota wudhu dan mengakibatkan ada sebagian anggota wudhu yang tidak terbasuh oleh air. Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Shahihnya.
telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata saat dia lewat di hadapan kami, sementara saat itu orang-orang sedang berwudlu," Sempurnakanlah wudlu kalian! Sesungguhnya Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tumit-tumit yang tidak terkena air wudlu akan masuk neraka." Hadits no 160

3. Membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali

Humran, bekas hamba sahaya Utsman, mengatakan bahwa ia melihat Utsman bin Affan minta dibawakan bejana (air). (Dan dalam satu riwayat darinya, ia berkata, "Aku membawakan Utsman air untuk bersuci, sedang dia duduk di atas tempat duduk, lalu dia berwudhu dengan baik ). Lalu ia menuangkan air pada kedua belah tangannya tiga kali, lalu ia membasuh kedua nya. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya di bejana, lalu ia berkumur, menghirup air ke hidung [dan mengeluarkannya, l/49]. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, dan membasuh kedua tangannya sampai ke siku tiga kali, lalu mengusap kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya sampai ke dua mata kakinya tiga kali. Setelah itu ia berkata, ["Aku melihat Nabi saw. berwudhu di tempat ini dengan baik, kemudian] beliau bersabda, 'Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian [datang ke masjid, lalu] shalat dua rakaat, yang antara kedua shalat itu ia tidak berbicara kepada dirinya, [kemudian duduk,] maka diampunilah dosanya yang telah lampau.'" [Utsman berkata, "Dan Nabi saw. bersabda, 'Janganlah kamu terpedaya!'].

4. Menghirup Air Ke Hidung dan Mengembuskannya Kembali

Hal ini diriwayatkan oleh Utsman, Abdullah bin Zaid, dan Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu a'laihi wa sallam.
Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, "Barangsiapa berwudhu, hendaklah ia menghirup air ke hidung (dan mengembuskannya kembali); dan barangsiapa yang melakukan istijmar (bersuci dari buang air besar), hendaklah melakukannya dengan ganjil (tidak genap)."


Sunday, August 16, 2015

Mengapa Sesuatu itu diharamkan Allah SWT..??


Mengapa Sesuatu itu diharamkan Allah SWT

Salah satu hadits menerangkan bahwa Sesuatu yang Haram Itu jelas. Dari Hadits Arba'in No 6:

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، اِسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُبُهَاتِ وَقَعَ فِي اْلحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Dari Abu Abdillah an–Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila segumpal daging tersebut buruk, buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” 
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

         Apa itu haram..??? haram adalah sesuatu yang telah dilarang oleh dalil. baik itu Al-Qur'an, sunnah Rasul, Hadits dan Ijma ulama. Mengapa sesuatu itu di haramkan Allah SWT..??. Ada beberapa Alasan mengapa Alllah mengharamkannya. Diantara alasan itu ialah :

1.  Karena membawa kerusakan yang zahir seperti yang memabukan. minuman yang memabukan akan merusak akal dan pikiran kita. Sedangkan akal dan pirikiran kita adalah organ yang paling berharga bagi tubuh manusia.
2. Karena mengadung kerusakan yang tersembunyi seperti berzina, Berzina tidak nampak kerusakannya tapi banyak kerusakanya hanya saja tidak kelihatan dengan mata kita.
3. Karena mengadung kerusakan yang nampak seperti yang mengadung racun. seperti buah yang mengandung racun atau binatang lainnya.
4. Karena adanya kesalahan dalam mendapatkannya seperti barang hasil mencuri.

      Apa bahaya atau resiko kalau kita berani mengambil yang haram
Dari HR Ahmad : Sabda Rasulullah SAW barang siapa yang mengusahakan harta dari jalan yang haram. Jika dia sedekahkan dengannya Allah tidak menerima sedekahnya. Jika dia ditinggalnya mati itu harta maka itu akan menjadi bekalnya kedalam api neraka jahannam.

      Itulah resikonya kalau kita berani mengambil yang di haramkan oleh Allah SWT. Imam Al Ghazali berkata "yang namanya haram itu adalah semuanya buruk tetapi sebagian ada yang lebih buruk dari yang sebagian." Jadi Keharaman sesuatu itu berbeda-beda. seperti barang yang di ambil secara dzalim (mencuri, merampas) dari orang shaleh, fakir, lebih besar dosanya dari mengambil dari orang yang kaya.


Sesuatu yang Halal itu Jelas


Sesuatu yang Halal itu Jelas

Hadits Arba'in No 6 :

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، اِسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُبُهَاتِ وَقَعَ فِي اْلحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَى، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Dari Abu Abdillah an–Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila segumpal daging tersebut buruk, buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” 
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas menerangkan tentang halal, haram dan syubhat(belum jelas).

1. Sesuatu Halal itu Jelas
       Para ulama menerangkan bahwa halal adalah sesuatu yang datang dengan dalil yang merangkan halalnya atau sesuatu yang datang tanpa dalil. apabila diterangkan dalam al - qur'an atau sunnah hukumnya halal maka itu sudah jelas halal seperti jual beli

وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟

padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. QS Al-Baqarah 275.

atau seperti minum kopi yang mana tidak ada dalil yang menangatakan halal atau yang mengatakan haram.

barang siapa yangberusaha mencari yang halal agar tidak menjadi pengemis maka ia di surga nanti sederajat dengan para syuhada [HR Thabrani]

Adapun orang yang mencari yang halal namun menjadi dosa apabila tujuan mencari harta untuk menumpuk kekayaan. Pada ulama mengajarkan bagaimana niat kita mencari yang halal agar bukan hanya halal saja yang kita dapat tetapi juga ridha Allah SWT.
a. Tujuan mencari yang Halal agar tidak menjadi pengemis
b. Agar bisa menafkahi keluarga
c.  Niatkan untuk silaturahim
d. untuk bersedekah 
e. Untuk kejayaan islam dan muslimin
f.  untuk memberikan hadiah kepada orang yang layak di beri hadiah
g. berusaha untuk menikmati NIkmat Allah SWT.
h. disimpan kalau sewaktu-waktu ada hajat atau keinginan diri sendiri dan orang muslim lainya.

Saturday, August 15, 2015

Ayat Al qur'an Tentang Shalat Jum'at

kaligrafi bismillah

Firman Allah SWT :

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya :
 Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui Q.S Al-Jumu'ah : 9

Tafsir dari Jalalain :
009. (Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada) huruf min di sini bermakna fi, yakni pada (hari Jumat maka bersegeralah kalian) yakni cepat-cepatlah kalian berangkat (untuk mengingat Allah) yakni salat (dan tinggalkanlah jual beli) tinggalkanlah transaksi jual beli itu. (Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui) bahwasanya hal ini lebih baik, maka kerjakanlah ia.

        Kandungan dari ayat Al-Qur'an yang utama ialah :

      Shalat jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang beriman. Ketika telah sampai waktu untuk menunaikan ibadah shalat jum'at maka janganlah kita menunda-nunda shalat jum'at.

      Kata "Tinggalkanlah jual beli " bermakna agar kita meninggalkan seluruh kegiatan keduniawian. seperti menuntut ilmu,  bekerja termasuk jual beli dan lainya agar kita segera melaksanakan shalat jum'at.

Adapun hal yang perlu dilakukan sebelum shalat jum'at :
1. Wajib untuk mandi atas setiap orang yang sudah baligh atau desawa.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Shafwan bin Sulaim dari 'Atha' bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh." Shahih Bukhari no 830

    Dari Umar bin Khathab, ia berkata: Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan salat Jumat, maka hendaklah ia mandi. (Shahih Muslim No.1396).

2. Memakai Wangi-wangian dan bersiwak
bahwa Nabi SAW bersabda: "Mandi pada hari Jum'at merupakan kewajiban bagi orang yang sudah bermimpi (baligh), dan agar bersiwak (menggosok gigi) dan memakai wewangian bila memilikinya." 'Amru berkata, "Adapun mandi, aku bersaksi bahwa itu adalah wajib. Sedangkan bersiwak dan memakai wewangian -dan Allah yang lebih tahu- aku tidak tahu ia wajib atau tidak, tapi begitulah yang ada dalam hadits."  shahih BUkhari no 831.

3. Tenang ketika mendengar khutbah
Hadits riwayat Abu Hurairah ra. :
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Bila engkau berkata kepada temanmu: "Diam!" pada hari Jumat, saat imam berkhutbah, maka engkau benar-benar berbicara sia-sia. (Shahih Muslim No.1404)

4. Shalat Sunat Tahiyat Mesjid

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
          Ketika Nabi saw. sedang berkhutbah pada hari jum'at, tiba-tiba datang seseorang (untuk melaksanakan shalat jum'at). Rasulullah saw. bertanya kepada orang itu: Hai fulan, apakah engkau sudah melakukan shalat (tahiyat mesjid)? Orang itu menjawab: Belum. Lalu sabda Rasul: Bangun dan shalatlah. (Shahih Muslim No.1444)


Friday, August 14, 2015

Siapakah Luqman yang diceritakan dalam Al - Qur'an

Bismillah



Jika anda sering membaca Al Qur'an anda meski tahu nama salah satu surah dalam Al-Qur'an  yaitu Lukman yang berada pada urutan ke 31. surah ini menceritakan tetang lukman. Siapakah Lukman ini apakah dia begitu hebat hingga di jadikan salah satu nama surah dalam Al-Qur'an. Lalu apa gerangan yang menjadikan namanya menjadi nama surah.

        Kali ini saya akan membahas tentang seorang yang bernama Lukman. Banyak ayat yang mencerikan tentang lukman ini salah satunya ialah

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar". QS. Luqman : 13

        Luqman di kenal sebagai sesosok ayah yang sering memberi nesehat kepada anak dengan kata yaa bunaiyya (wahai anakku). Menurut pada ulama ia bukanlah seorang nabi.

        Adapun nama lengkap beliau ialah Lukman bin Uqana', Mengenai asal usulnya para ulama berbeda pendapat. Diriwayatkan bahwa Luqman telah hidup sampai 1000 tahun dan berada pada zaman nabi Daud a.s. bahkan ia dikatakan pernah menolong nabi Daud a.s dengan memberikan hikmah kepadanya. Ia juga pernah menjadi hakim untuk mengadili perkara kaum Bani Israel.

      Menurut Ibnu Katsir bahwa Luqman adalah seorang lelaki shaleh, ahli ibadah, pengetahuan dan hikmah yang luas. Sofyan Ats Tsauriy dari al Asy'ats dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata " Luqman adalah seorang budaj Habasyah yang juga berprofesi debagai tukang kayu" (al Bidayah wa an Nihayah juz II hal 146).

Diantara Nasehat yang diberikan Luqman antara lain :


يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).Q.S Luqman :17



وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Q.S Luqman :18





Tuesday, June 23, 2015

Kenapa Minuman Keras Dilarang dalam Islam


http://harapan-muslim.blogspot.com/

Alkohol (minuman keras) telah menjadi bencana bagi umat manusia sejak dahulu. Ia terus-menerus mengorbankan begitu banyak nyawa manusia, menyebabkan penderitaan yang sangat buruk bagi jutaan orang di seluruh dunia. Alkohol adalah akar dari beberapa masalah yang ada dalam masyarakat. Statistik dari tingkat kejahatan meningkat tajam, peningkatan penyakit kejiwaan, dan jutaan jiwa yang menderita broken home di seluruh dunia menjadi saksi bisu atas kekuatan penghancur dari alkohol.

1.  Larangan alkohol dalam Quran

Al-Qur’an melarang konsumsi alkohol dalam ayat berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Ma’idah[5]:90)

2.  Larangan alkohol dalam Bibel

Bibel melarang minum alkohol dalam ayat berikut:

a. “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.” (Proverbs 20:1)

b. “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur.” (Efesus 5:18)

3.  Minuman keras menghalangi pusat pencegahan
Manusia memiliki pusat pencegahan dalam otaknya. Pusat pencegahan ini mencegah manusiadari melakukan hal-hal yang dia anggap salah. Misalnya seseorang tidak biasanya menggunakan bahasa kasar saat berbicara kepada orangtuanya. Jika dia ingin buang air, pusat pencegahannyaakan mencegahnya melakukan hal itu di depan umum. Oleh karena itu ia menggunakan toilet.Ketika seseorang mengkonsumsi alkohol, pusat pencegahannya menjadi terhambat. Iulah mengapa orang mabuk sering melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan normalnya. Misalnya orang mabuk menggunakan bahasa kasar dan kotor. Dia tidak menyadari kesalahannya bahkanketika ia berbicara pada orang tuanya. Banyak yang bahkan buang pipis di celana tanpa sadar.Mereka juga tidak berbicara atau berjalan dengan baik. Mereka juga sering melakukan perbuatan tercela.

4. Kasus perzinahan, pemerkosaan, inses, dan AIDS lebih banyak ditemukan di antara pecandu alkohol

Menurut National Crime Victimization Survey Bureau of Justice (Lembaga Pengadilan AS) pada tahun 1996 saja, setiap hariya sekitar 2.713 perkosaan terjadi. Data-data yang ada memberitahukita bahwa mayoritas pemerkosa itu sedang mabuk saat melakukan kejahatan. Hal yang sama berlaku dalam kasus inses.

Menurut statistik, 8% orang Amerika melakukan inses. Hal ini berarti satu dari setiap 12-13 orang di Amerika melakukan inses. Hampir semua kasus inses juga dikarenakan pengaruh alkohol yang diminum satu atau dua orang yang terlibat di dalamnya.

Salah satu faktor utama yang terkait dengan penyebaran AIDS, penyakit yang paling ditakuti, adalah alkoholisme.

5. Setiap alkohol awalnya seorang peminum sosial

Banyak orang mungkin mendukung minuman keras dengan menyebut diri mereka 'peminum sosial'. Mereka mengklaim bahwa mereka hanya minum satu atau dua sloki dan merekamengendalikan diri mereka agar jangan sampai mabuk. Penelitian mengungkapkan fakta bahwa setiap pecandu alkohol awal mulanya adalah seorang peminum sosial. Tidak seorang pecandu alkohl pun yang mulai mencoba minum alkohol dengan maksud untuk menjadi seorang pecandu.Tidak ada seorang peminum sosial pun yang dapat mengatakan “Saya telah minum alkohol selama beberapa tahun dan saya sangat terampil mengendalikan diri saya sehingga saya tidak pernah mabuk satu kali pun.”

6. Jika seseorang mabuk hanya sekali dan melakukan sesuatu yang memalukan, hal itu akanmenghantuinya seumur hidupnya.

Misalkan 'peminum sosial' kehilangan kendali dirinya sekali saja. Dalam keadaan mabuk ia melakukan pemerkosaan atau inses. Bahkan jika perbuatan itu kemudian dia sesali, rasa bersalah itu akan menghantuinya sepanjang hidupnya. Baik pelaku maupun korban merasakan kerusakan mental yang tidak bisa diperbaiki lagi.

7. Alkohol dilarang dalam hadis

Nabi Islam Muhammad (saw) bersabda:

a. Dalam Sunan Ibnu Majah-I-Volume 3, Kitab Minuman keras, Bab 30 Hadis No. 3371."Alkohol adalah induk dari segala kejahatan dan ini adalah kejahatan yang paling memalukan."b. Dalam Sunan Ibnu Majah-I-Volume 3, Kitab Minuman keras, Bab 30 Hadis No. 3392"Apapun yang meracuni dalam jumlah besar, juga dilarang dalam jumlah kecil."

Jadi tidak ada alasan untuk meminum seteguk atau satu tetes alkohol.

c. Tidak hanya mereka yang minum alkohol dikutuk tetapi juga orang-orang yang berurusan dengan mereka secara langsung atau tidak langsung dikutuk oleh Allah.

Menurut Sunan Ibn-I-Majah Volume 3, Kitab Minuman keras, Bab 30 Hadis No. 3380.

Diriwayatkan oleh Anas (ra), bahwa Nabi Muhammad (saw) bersabda:
"Kutukan Allah diberikan pada sepuluh golongan orang yang berurusan dengan alkohol. Orang yang menyulingnya, kepada siapa alkohol itu disuling, orang yang meminumnya, orang yang mengangkutnya, orang yang membawanya kepada orang lain, orang yang melayaninya, orang yang menjualnya, orang yang mengambil uang darinya, orang yang membeli, dan orang yang membelikannya untuk orang lain."

8. Penyakit yang berhubungan dengan alkoholisme

Ada beberapa alasan ilmiah kenapa alkohol itu dilarang. Jumlah maksimum kematian di duniayang berhubungan dengan salah satu sebab tertentu adalah karena konsumsi alkohol. Jutaan orang meninggal setiap tahunnya hanya karena minum alkohol. Saya tidak perlu merinci semuaefek dan penyakit yang timbul dari alkohol karena hampir semuanya sudah dikenal. Berikut adalah daftar dari beberapa penyakit terkait alkohol:

1. Sirosis hati adalah penyakit yang paling terkenal terkait alkohol.

2. Penyakit lainnya adalah Kanker Esofagus, Kanker Kepala dan Leher, Kanker Hati (Hepatoma), Kanker usus, dll

3. Esofagitis, Gastritis, Pankreatitis dan Hepatitis terkait dengan konsumsi alkohol.

4. Cardiomyopathy, Hipertensi, Artherosclerosis koroner, Angina, dan Serangan Jantung terkait dengan konsumsi alkohol berat.

5. Stroke, ayan, dan berbagai jenis Kelumpuhan berhubungan dengan konsumsi alkohol.6. Neuropati periferal, atrofi kortikal, atrofi serebelum adalah sindrom terkenal yang disebabkan oleh konsumsi alkohol.

7. Wernicke - sindrom Korsakoff dengan amnesia ingatan terbaru, hilang ingatan untuk peristiwa lama dengan berbagai jenis kelumpuhan terutama disebabkan kekurangan tiamin karena asupan alkohol yang berlebihan.

8. Beri-beri dan penyakit lainnya yang tidak biasa di antara pecandu alkohol. Bahkan Pellagra terjadi pada pecandu alkohol.

9. Delerium Tremens merupakan komplikasi serius yang mungkin terjadi selama infeksi berulangpada pecandu alkohol. Hal ini sangat serius dan dapat menyebabkan kematian bahkan jika dirawat di pusat rehabilitasi dengan peralatan mutakhir.

10. Banyak gangguan endokrin dikaitkan dengan alkoholisme mulai dari Myxodema sampaiHipertiroidisme dan Florid Cushing Syndrome.

11. Efek buruk hematologi sifatnya berkepanjangan dan bervariasi. Kekurangan asam folat, bagaimanapun, adalah manifestasi paling umum dari penyalahgunaan alkohol yang mengakibatkan Anemia makrositik. Sindrom Zeive adalah tiga penyakit yang terdiri dariHemolytic Anemia, Kuning, dan Hyperlipaedemia yang terjadi akibat alkoholisme.

12. Trombositopenia dan kelainan trombosit lain sering ditemukan pada pecandu alkohol.

13. Tablet metronidazole (flagyl) yang umum digunakan sangat tidak cocok dengan alkohol.

14. Infeksi berulang sangat umum di kalangan pecandu alkohol kronis. Resistensi terhadap penyakit dan sistem kekebalan tubuh terganggu karena konsumsi alkohol.

15. Infeksi Dada sering terjadi pada pecandu alkohol. Pneumonia, abses paru-paru, Emfisema dan Tuberkulosis umum pada pecandu alkohol.

16. Selama intoksikasi alkohol akut, orang yang mabuk biasanya muntah, refleks batuk yang protektif menjadi lumpuh. Muntahan itu dengan demikian mudah lolos ke paru-paru sehinggamenyebabkan Pneumonia atau Abses paru-paru. Kadang-kadang bahkan dapat menyebabkan tercekik dan kematian.

17. Efek buruk konsumsi alkohol pada wanita harus disebutkan secara khusus. Wanita lebih rentan terhadap Sirosis yang berhubungan dengan alkohol daripada pria. Selama kehamilan konsumsi alkohol memiliki efek yang sangat merugikan pada janin. Penelitian sindrom alkoholpada janin semakin berkembang dalam ilmu medis.

18. Penyakit kulit juga terkait dengan konsumsi alkohol.

19. Eksim, Alopecia, Nail Dystrophy, Paronychia (infeksi di sekitar kuku) dan AngulaE Stomatitis (radang sudut mulut) adalah penyakit umum di antara pecandu alkohol.

9. Alkoholisme adalah 'penyakit'

Dokter sekarang menyebut alkoholisme sebagai penyakit dan bukannya kecanduan. Jika alkohol adalah sebuah penyakit, itu adalah satu-satunya penyakit yang:

- Dijual dalam botol
- Diiklankan di surat kabar, majalah, radio dan televisi
- Dijual di outlet-outlet berlisensi
- Menghasilkan pendapatan untuk pemerintah
- Membawa kematian akibat kekerasan di jalan raya
- Menghancurkan kehidupan keluarga dan meningkatkan kejahatan
- Tidak memiliki kuman atau virus sebagai penyebabnya

sumber : lampu islam
luvne resep Desain Java nol